Showing posts with label Seni dan Budaya. Show all posts
Showing posts with label Seni dan Budaya. Show all posts
Ketika Sie Djin Koei Beraksi di Mal?
Penulis : Nofanolo Zagoto
Jakarta – Ditandai dengan teriakan yang memekakkan telinga, gerak gerik seorang pria yang berpenampilan layaknya jenderal China zaman kerajaan langsung mencuri perhatian penonton. Sambil diapit para serdadunya yang memegangi bendera lambang kerajaan, ia lantas unjuk kebolehan memainkan tombak bercagak tiga.
'Matah Ati', Tari Tradisional dalam Pergelaran Modern"
Is Mujiarso - detikhot
Jakarta Hingar-bingar pertunjukan teater musikal yang marak di Jakarta belakangan ini akan segera mendapatkan warna baru. Sebuah pergelaran tari Jawa bertajuk 'Matah Ati' akan dipentaskan dalam iringan gamelan yang agung. Tradisional tapi modern.
Jakarta Hingar-bingar pertunjukan teater musikal yang marak di Jakarta belakangan ini akan segera mendapatkan warna baru. Sebuah pergelaran tari Jawa bertajuk 'Matah Ati' akan dipentaskan dalam iringan gamelan yang agung. Tradisional tapi modern.
'Mengenal Wayang Orang atau Wayang Wong'
Wayang orang atau wayang wong mungkin kurang populer dibandingkan dengan wayang kulit. Namun sesungguhnya pertunjukan wayang wong tidak kalah menarik dengan wayang kulit. Wayang wong terasa istimewa karena kita bisa menikmati cerita sembari melihat keindahan gerakan para penari. Sama halnya dengan tari-tari tradisional, saat ini wayang wong sudah bisa disaksikan di luar keraton atau kerajaan.
Sejarah Wayang Kulit?
WAYANG salah satu puncak seni budaya bangsa Indonesia yang paling menonjol di antara banyak karya budaya lainnya. Budaya wayang meliputi seni peran, seni suara, seni musik, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan juga seni perlambang. Budaya wayang, yang terus berkembang dari zaman ke zaman, juga merupakan media penerangan, dakwah, pendidikan, hiburan, pemahaman filsafat
, serta hiburan.
Kelahiran Wayang Kulit?
Mengenai
saat kelahiran budaya wayang, Ir. Sri Mulyono dalam bukunya Simbolisme dan
Mistikisme dalam Wayang (1979), memperkirakan wayang sudah ada sejak zaman
neolithikum, yakni kira-kira 1.500 tahun sebelum Masehi. Pendapatnya itu
didasarkan atas tulisan Robert von Heine-Geldern Ph. D, Prehistoric Research
in the Netherland Indie (1945) dan tulisan Prof. K.A.H. Hidding di Ensiklopedia
Indonesia halaman 987.


admin




